Barusan aja aq baca satu novel tentang sebuah keluarga, dinamika sebuah keluarga tepatnya. Khas nilai-nilai harmonis, cinta tulus seorang ibu, lengkap dengan bumbu-bumbu berisi rahasia-rahasia yang membuat cinta yang berada di dalamnya semakin terasa. Waktu aq baca, ada sepenggal paragraf berikut yang mengingatkanku pada sesuatu, diriku (apa yang ada di dalam hatiku).
"Ada kupu-kupu baru keluar dari kepompongnya. Pertama kali kulihat ketika tanpa sengaja aku berada di kebun belakang, menyapu tumpukan daun kering yang jatuh dari ranting pohon. Sayapnya masih basah dan dia tampak kesulitan mengeluarkan dirinya dari kepompong. Kepompong itu sudah kering, mengerut, dan berwarna coklat tanah. Kupu-kupu itu tidak akan muat lagi berada di dalam kepompongnya jika dia bertahan berada di sana. Dia perlu berkembang dan terbang. Kulihat dia mengeringkan sayapnya di bawah terang matahari lalu tiba-tiba melompat terbang. Lihat, dia terbang tinggi! Luar biasa, aku terpesona. Ah, aku ingin sekali menjadi seperti kupu-kupu itu. Keluar dari kepompongku karena hati yang kumiliki semakin membesar. Kepompongku tidak akan muat menanggung perkembanganku. Aku ingin mencoba sayapku untuk terbang, dan kemudian menjelajahi aneka tanaman di bawah sinar matahari. Aku ingin mengunjungimu, terbang bersamamu, menikmati madu manis bunga.
Aku ingin sekali, "
(Gerhana Kembar, Clara Ng)
Aq merasa hidupku seperti kupu-kupu dalam kepompongnya. Berpikir dan terus berpikir, mencoba mereka-reka apa yang akan terjadi dengan duniaku nanti saat aq keluar dari kepompongku ini. Mencoba meramu-ramu apa yang akan aq lakukan nanti.
Jujur aq belum selesai berpikir, tapi kepompongku sudah mulai tak sanggup penampungku untuk tetap bersembunyi di dalamnya. Jujur aq belum mampu menggerakkan sayap-sayapku, belum mampu menerbangkannya seperti duniaku menuntut, tapi aq tau aq tidak bisa terus bersembunyi. Aq tau kalau masa ini akan tiba. Jujur aq belum bisa. Tapi inilah kenyataannya sekarang. Mau tidak mau aq harus menggerakkan sayapku dan terbang..
Semoga sedikit cinta dalam hatiku bisa menjadi nutrisi yang membuatku mampu..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.jpg)
1 comment:
selama masih ada tekad.... bisa... Semangat !!!
Post a Comment